Belajar, Sharing Informasi & Opini Tentang Bitcoin
Don't Trust, Verify #Disclaimer is always ON
Bukan Rekomendasi Investasi/Keuangan #DYOR

Showing posts with label Tips Investasi. Show all posts
Showing posts with label Tips Investasi. Show all posts

Nabung Bitcoin Eps. 002: Bitcoin Bukan Investasi!

Kali ini saya lanjutkan nabung Bitcoin Episode 2 (bulan ke 2), agenda rutin yang mulai dijalankan sejak Januari 2026. Kondisi harga bitcoin sebagaimana diketahui, bulan ini turun lebih rendah dari harga pada Episode 1 lalu. Yang artinya nilai tabungan Bitcoin saya saat ini mengalami kerugian, jika dinilai dari sudut pandang mata uang Rupiah atau Dolar.

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan dan menegaskan pendapat saya bahwa Bitcoin bukan investasi! Ya! Bitcoin bukan investasi!

Investasi biasanya mengacu pada modal produktif. Saat Anda membeli saham, Anda bertaruh pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Bitcoin tidak memiliki "nilai intrinsik" dalam bentuk arus kas.

Bitcoin bukan investasi, karena tidak ada output produktif sehingga tidak menghasilkan pendapatan, laba, ataupun dividen seperti layaknya perusahaan.

Sebagaimana konsep dalam White Paper "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System", Bitcoin memang tidak diciptakan sebagai instrumen investasi, melainkan sebagai format baru dari uang dalam bentuk digital/elektronik. Maka jika Anda mencari aset yang memberikan hasil produk fisik atau bunga, Bitcoin tidak akan memberikan itu. Namun, mengukur Bitcoin produktivitas itu meluputkan tujuan fungsi utamanya sebagai uang.

Bitcoin dirancang untuk menjalankan fungsi uang, namun dalam format digital yang lebih sempurna.

  1. Kelangkaan yang terprogram: Berbeda dengan mata uang fiat (Rupiah, Dollar) yang bisa dicetak tanpa batas, jumlah Bitcoin dibatasi secara matematis hanya 21 juta unit.
  2. Tanpa risiko Pihak Ketiga: Tidak seperti saham yang bergantung pada manajemen perusahaan, Bitcoin berjalan dalam protokol terbuka (open source) yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.
  3. Dapat dipindahkan dengan mudah: Memindahkan emas senilai 1 miliar rupiah secara fisik sangat sulit. Memindahkan Bitcoin senilai jumlah yang sama hanya memerlukan koneksi internet.

Meskipun demikian, setidaknya untuk saat ini Bitcoin belum diaplikasi menjadi "uang" di tengah masyarakat, dan apakah nanti akan diperlakukan sebagai uang, hanya waktu yang akan menjawabnya. Akan tetapi bagi sebagian Orang yang telah mempelajari dan memahami Bitcoin (Bitcoiners), mereka percaya bahwa Bitcoin memiliki karakteristik untuk dijadikan uang, sehingga memiliki turunan dari fungsi uang antara lain sebagai penyimpan nilai (store of value), sehingga mereka percaya bahwa Bitcoin mempunyai nilai.

Kondisi tersebut membuat Bitcoin menjadi "barang" yang mulai dicari, dan dalam kesempatan itu ada sebagian orang memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari pembentukan harga Bitcoin yang terjadi. Yaitu dari harganya berubah seiring dengan dinamika permintaan dan penawaran yang terjadi terhadap Bitcoin.

Jadi sekali lagi dijelaskan bahwa yang dimaksud Bitcoin bukan investasi dalam hal ini adalah karena ia hanya akan menjadi penyimpan nilai dan tidak menghasilkan apapun secara produktif. Bitcoiners menyimpan Bitcoin bukan karena mengharapkan Bitcoin "bekerja" untuk mereka, melainkan untuk melindungi daya beli mereka dari inflasi. Di dunia di mana suplai uang terus bertambah, aset yang suplainya tetap (seperti Bitcoin) secara alami akan meningkat nilainya terhadap mata uang tersebut. Membeli Bitcoin bukan untuk mendapatkan dividen, tetapi  sebagai penyimpan nilai (Store of Value) agar nilai jerih payahnya hari ini tidak tergerus oleh kebijakan moneter di masa depan.



Share:

Hati Hati Penipuan Investasi dan Investasi Skema Money Game

Hati-hatilah bila ada tawaran/ajakan investasi atau investasi yang memberikan iming-iming besar, mudah, dan menjanjikan tanpa risiko. Bisa jadi tawaran tersebut adalah tawaran investasi bodong dengan skema Money Game. Dan jika anda masuk maka kemungkinan anda bisa terjebak dalam pusaran permainan yang membawa ke jurang kerugian besar serta orang-orang dekat anda yang mungkin anda ikut jerumuskan.

Bagaimana mendeteksi apakah tawaran investasi yang Anda terima bodong atau tidak? Ada dua skema yang biasa digunakan dalam investasi bodong yaitu Skema Ponzi dan Sekema Piramida.

1. Skema Ponzi (Ponzi Scheme)

Skema Ponzi atau dikenal juga sebagai money game merupakan pola banyak digunakan dalam penipuan investasi.

Sebutan ini menjadi populer dari kasus Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi (bisa disebut sebagai Godfather dari skema Ponzi), pria asal Italia yang lebih dikenal sebagai Charles Ponzi setelah pindah ke Amerika.

Pada 1920, Ponzi menjanjikan keuntungan sebesar 50% dalam jangka waktu 45 hari dan 100% untuk 90 hari sejak investor menyetor uangnya. Skema Ponzi ini menarik masyarakat untuk beramai-ramai menyetorkan uangnya. Ponzi membayar keuntungan yang dijanjikan dengan menggunakan dana investor yang setor belakangan.

Skema ini pada akhirnya akan runtuh karena pada kenyataannya sama sekali tidak bisnis atau usaha yang dijalankan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan hanya memainkan uang investor saja.

Ketika investor baru yang masuk semakin sedikit, maka keuntungan yang dijanjikan untuk investor pun tidak bisa dibayarkan. Di titik ini biasanya pengelola investasi bodong dengan skema Ponzi mulai membuat alasan akan tertundanya pembayaran keuntungan investor dan pada akhirnya melarikan diri dengan membawa uang para investor.

2. Skema Piramida (Pyramid Scheme)

Skema Piramida ini pada prinsipnya didasari oleh skema Ponzi, perbedaannya adalah investor lama yang bergerak mencari investor baru. Ketika investor lama berhasil menarik investor baru maka dia akan mendapat semacam komisi yang sebenarnya diambil dari dana segar dari investor baru. Semakin banyak investor eksisting melakukan perekrutan, semakin besar komisi yang dia peroleh dan semakin tinggi pula posisinya (seperti piramida).

Pada zaman modern ini, baik penipuan dengan skema Ponzi maupun skema Piramida tetap marak. Tetapi kedoknya bisa bermacam-macam. Bisa jadi skema ini dibungkus dengan konsep bisnis, namun produk yang ditawarkan hanya sebagai kamuflase.  Ini yang harus Anda waspadai ketika mendapat tawaran investasi apapun.

Gunakan akal sehat Anda. Seperti kata pepatah, “if it seems to good to be true, it probably is.”

Ketika suatu investasi memberikan janji manis dan tawaran yang terlalu menggiurkan, saatnya Anda berhati-hati. Banyak terjadi justru sifat serakah menyingkirkan akal sehat.

Berikut beberapa kedok investasi bodong yang sering ditemui pada zaman sekarang dan sebaiknya diwaspadai.

1. Tawaran bisnis atau usaha di bidang tertentu yang menjanjikan keuntungan pasti

Kata kuncinya adalah ‘keuntungan pasti’ atau nilai keuntungan fix periode tertentu, misalnya 2% per hari, 10% per minggu 50% per bulan dan sejenisnya. Apalagi jika besaran keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan.  Bisnis apapun tidak bisa menjanjikan keuntungan pasti.

Jika disebutkan usahanya bergerak di bidang investasi, Anda harus cek apakah perusahaannya tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini seluruh lembaga keuangan di Indonesia wajib terdaftar dan diawasi oleh OJK. Silakan cek juga daftar perusahaan investasi  ilegal yang telah diumumkan pada website OJK. Selain itu Anda juga sebaiknya mencari pemberitaan di media massa terkait perusahaan tersebut. Pelajari lebih dalam jika ada pemberitaan negatif. Sebaiknya Anda hindari atau tolak saja tawaran ini.

Investasi yang bisa menjajikan keuntungan pasti kemungkinan investasi dengan konsep "pinjaman dana". Jikapun benar, anda tetap harus mempertimbangkan risikonya, yaitu pembayaran tidak tepat waktu, hingga risiko gagal bayar. Semakin tinggi tingkat keuntungan semakin tinggi risiko.

Anda sebaiknya melihat berapa tingkat bunga deposito bank umum saat ini. Ketika suatu tawaran investasi menjanjikan tingkat bunga yang jauh melebihi tingkat bunga deposito bank umum, saatnya Anda berhati-hati. Ketika bunga deposito ada di kisaran 7,5 – 8% per tahun dan Anda mendapat penawaran keuntungan hingga 30% per tahun, ini saatnya untuk waspada.

2. Tawaran bisnis mirip MLM (multi level marketing) atau model arisan berantai

Bisnis model MLM memang ada, dan cukup banyak MLM yang legal dan berkembang dengan baik. Namun sayangnya, banyak penipuan skema piramida dengan menyaru bisnis model MLM sehingga harus Anda waspadai.

MLM yang legal sebenarnya hanya bentuk lain dari proses pendistribusian barang hasil produksi ke tangan konsumen. Sedangkan pada MLM ilegal biasanya barang yang mereka jual tidak berkualitas atau harganya sangat mahal dengan janji manfaat yang tidak masuk akal. Atau, bisa juga tidak ada barang yang dijual, atau sekedar menjual barang virtual yang tidak nyata. Keuntungan yang dijanjikan sebenarnya berasal dari uang yang Anda setor untuk joint. Dan bisa ditebak kelanjutannya, bisnis ini hanya memberi keuntungan pada mereka yang joint lebih awal. Pada akhirnya tinggal menunggu bom waktu runtuhnya bisnis ini. Bagi orang yang bergabung belakangan dengan model investasi bodong tersebut, ia bisa kehilangan seluruh modal yang dikeluarkan.

3. Tawaran investasi bisnis online di Internet

Tawaran bisnis online abal-abal di internet kebanyakan menggunakan dalih investasi forex. Anda cukup menyetor sejumlah dana yang disebutkan akan diputar oleh pengelola pada transaksi forex, dan setiap bulannya anda akan mendapatkan pendapatan pasif. Ini mirip dengan skema Ponzi. Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah uang Anda bersama dengan uang investor yang lain dikumpulkan oleh pengelola, tidak diputar ke usaha manapun. Hanya tinggal menunggu waktu saja ketika ‘bisnis’ ini runtuh. Indikasinya dapat berupa mulai macetnya transfer dana ‘pendapatan pasif’ Anda setiap bulan, pengelola sulit dihubungi, atau website yang tiba-tiba tidak dapat diakses.

Gunakanlah akal sehat Anda ketika menghadapi tawaran investasi, pelajari dengan cermat dan lakukan verifikasi secara nyata atas bisnis yang ditawarkan. Agar investasi mengahasilkan keuntungan buka kerugian.
Share:

Nasihat Investasi Saham Peter Lynch

Setiap orang bisa menjadi investor yang sukses di pasar modal, yang dibutuhkan adalah riset dan kesabaran yang berketahanan.

Dalam video yang diunggah di Youtube oleh channel  Belajar Saham, disampaikan 10 nasehat investasi dari Peter Lynch, seorang investor saham terkenal Amerika Serikat.

  1. Berinvestasi saham sama seperti percintaan perlu komitmen dan kesetiaan.
  2. Jika anda siap untuk berinvestasi di sebuah perusahaan anda harus bisa menjelaskan alasannya dalam bahasa sederhana, yang bisa dipahami oleh siswa kelas 5 SD sekalipun dengan cepat.
  3. Tak ada yang salah dari kehilangan uang saat berinvestasi saham, semua orang mengalaminya. Yang salah adalah menggenggam erat sebuah saham ketika fundamental perusahaan memburuk.
  4. Dibalik setiap lembar saham ada sebuah perusahaan, cari tahu ah apa yang dilakukan perusahaan itu.
  5. Jika anda tidak dapat menemukan perusahaan yang menurut anda menarik, simpan uang ada di bank sampai anda menemukan perusahaan tersebut.
  6. Jika anda tidak mempelajari fundamental perusahaan, sama artinya anda sedang berjudi.
  7. Ketahuilah (saham) apa yang anda miliki dan ketahuilah mengapa anda memilikinya.
  8. Mengunjungi toko dan menguji produk merupakan salah satu elemen penting dari analisa saham.
  9. Berinvestasi dalam saham adalah seni, orang-orang yang telah dilatih secara kaku akan mengalami kerugian.
  10. Semua pengetahuan matematika yang anda butuhkan di Pasar Saham sudah anda dapatkan di kelas 4 sekolah dasar.
Demikian nasihat investasi saham dari Peter Lynch, semoga anda bisa mendapat insight positif dan mencapai kesuksesan di pasar modal.
Sumber Gambar: Wikipedia
Share:

FAQ Investasi Saham untuk Pemula

Ringkasan Tanya Jawab Belajar Investasi Saham untuk Pemula

1. Apa itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan dari suatu perusahaan. Jadi kalau Anda membeli dan memiliki saham, berarti Anda adalah menjadi pemilik perusahaan tersebut.

2. Potensi Keuntungan Investasi Saham

Ada 2, yang pertama adalah capital gain yaitu keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual saham, dan yang kedua adalah dividen yaitu bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham atau Investor.

3. Risiko Investasi Saham

Yang pertama adalah capital loss, merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu ketika investor atau pemegang saham menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Yang kedua adalah risiko likuidasi, yaitu kondisi dimana kinerja perusahaan buruk atau mengalami masalah hukum, dan akhirnya bangkrut. Jika hal ini terjadi, maka seluruh kekayaan perusahaan harus diprioritaskan untuk melunasi kewajiban (hutang) dahulu. Dan jika ada sisanya, barulah dibagikan ke pemegang saham atau Investor.

4. Cara Beli dan Jual Saham

Investor tidak dapat datang begitu saja ke Bursa Efek Indonesia (BEI), membawa uang cash, dan untuk beli saham perusahaan. Pembelian saham dilakukan melalui pihak perantara, yaitu perusahaan sekuritas atau broker.

[ Baca Juga : Bagaimana Cara Membeli dan Menjual Saham? ]

5. Apa itu Sekuritas?

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah memperoleh izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perantara perdagangan saham. Jadi kita harus mendaftar dulu ke sekuritas tersebut untuk membuka rekening saham, setelah selesai mendaftar kita dapat bertransaksi jual beli saham lewat aplikasi (online).

6. Cara Memilih Sekuritas

Pilihlah sekuritas yang kredible. Cek apakah mereka memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tercatat oleh Bursa Efek Indonesia. Untuk mudahnya daftar sekuritas dapat dicheck melaui tautan berikut https://www.idx.co.id/investor/buka-rekening-online/

7. Cara dan Syarat Membuka Rekening Saham

Dapat datang langsung ke kantor sekuritas, atau daftar lewat online melaui websitennya. Syarat yang dibutuhkan adalah: KTP, NPWP (jika ada), dan Buku tabungan. Ada banyak sekuritas yang menerima setoran mulai dari Rp 100.000 sebagai modal investasi awal.

8. Cara Beli dan Jual Saham lewat Online

Masing masing sekuritas memiliki fasilitas jual beli saham online baik melalui website, maupun melalui aplikasi di android atau iOS.Jangan khawatir, tidak akan rumit, anda dapat mengikuti panduan atau video yang disediakan oleh Sekuritas tersebut.

[ Baca Juga : Bagaimana Cara Membuka Rekening Saham? ]

9. Minimum Pembelian Saham

1 lot atau 100 lembar saham. Jadi jika saat ini saham Bank BRI (BBRI) dihargai Rp 4.000 per lembar saham, maka Anda harus membayar Rp 400.000 untuk 1 lot saham BBRI.

10. Biaya Transaksi Saham

Sekitar 0,2%-0,35% untuk setiap transaksi, sudah termasuk di dalamnya 0,1% pajak penghasilan (Pph). Untuk Dividen, pajaknya sebesar 10% dari nilai dividen yang diterima jika Anda memiliki NPWP.

11. Bukti Kepemilikan Saham

Sebagai bukti dari Anda sudah memiliki saham yang Anda beli dan miliki, maka akan ada pesan yang masuk ke email Anda berupa detail informasi dari transaksi Anda. Selain itu Anda juga dapat melakukan verifikasi kepemilikan saham Anda lewat website https://akses.ksei.co.id, dimana untuk dapat login ke website tersebut Anda dapat meminta ke Sekuritas untuk memberikan single investor identification (SID).

12. Saham Apa yang Pertama Kali Anda Beli?

Jangan asal membeli saham dari rekomendasi orang lain, lakukan analisa sendiri. Untuk investasi sebaiknya lakukan analisa fundametal untuk mencari perusahaan berfundamental baik. Cirinya perusahaan ini dikenal publik, punya usaha yang jelas, produknya laku di pasaran, menghasilkan keuntungan, tidak banyak utang, manajemen transparan dan sebagainya.

[ Baca Juga : Tips Investasi Saham Bagi Investor Pemula ]

Teruslah belajar dengan membaca buku, atau referensi dari internet, mengikuti kelas atau materi-materi pembelajaran dari youtube.
Share:

7 Tips Investasi Saham Bagi Investor Pemula



Menjadi investor saham, tidaklah semudah yang dikatakan. Memang praktiknya seperti hal yang sederhana, membeli, menunggu harga naik, kemudian menjual saham yang dipegang. Namun, tanpa pengetahuan dan pengalaman yang cukup, investasi saham bisa berisiko kerugian.

Investasi saham merupakan investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar, namun juga memiliki risiko yang besar (high risk high return). Menghadapi hal tersebut tentunya setiap investor harus berhati-hati dalam investasi saham. Apalagi bagi investor pemula yang belum berpengalaman.

[ Baca Juga : Pontensi Keuntungan yang Didapatkan dari Investasi Saham ]
[ Baca Juga : Apa Risiko Investasi Saham ]

Berikut ini adalah tips untuk meraih keuntungan dan menghindari risiko terjadinya kerugian dari investasi saham,

1. Mulai dengan nilai investasi yang kecil dahulu. Tujuan utamanya adalah untuk proses belajar.

Jika Anda belum terlalu mengenal pasar saham, disarankan untuk memulai dengan modal minimal terlebih dahulu. Sehingga bila salah pilih saham maka kerugian yang terjadi tidak terlalu besar. Anda perlu membiasakan dengan software untuk jual beli saham, belajar analisis saham, merasakan emosional fluktuasi/volatilitas saham serta mengambil keputusan dalam portofolio. dan sebagainya, semua itu perlu waktu. Jika sudah mantap, silakan menambah nilai investasi Anda.

2. Lakukan Analisis saham, cari saham perusahaan berfundamental baik.

Saat ini diketahui ada dua cara analisis yang umum dilakukan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Untuk investasi sebaiknya lakukan analisa fundametal untuk mencari perusahaan berfundamental baik. Cirinya perusahaan ini dikenal publik, punya usaha yang jelas, produknya laku di pasaran, menghasilkan keuntungan, tidak banyak utang, manajemen transparan dan sebagainya.

[ Baca Juga : Mengenal Analisis Fundamental Saham ]

3. Saham blue chip, sebagai opsi awal.

Saham blue chip biasanya ramai diperdagangkan, sehingga bisa dikatakan sangat liquid di pasar saham, dan pergerakan harganya secara umum stabil. Volatilitas harga sahamnya cenderung rendah, dimana sangat jarang terjadi kenaikan atau penurunan yang terlalu jauh dalam perdagangannya. Dengan demikian resiko kerugian dalam bentuk capital lost dari saham ini bisa dikatakan rendah.

4. Jangan tergiur untuk membeli saham gorengan.

Saham gorengan umumnya pergerakan harganya tidak jelas sebabnya. Ketika saham ini ramai diperdagangkan, kenaikan atau penurunan harga saham gorengan bisa bergerak sangat drastis bahkan bisa mencapai batas atas perdagangan (ARA: Auto Reject Atas) atau batas bawah pedagangan (ARB: Auto Reject Atas). Ini yang membuat saham lapis tiga cukup rawan dipermainkan harganya oleh pelaku pasar yang bermodal besar. Saham gorengan saham ini yang dapat menyesatkan investor atau trader awam dengan membeli saham pada posisi harga saham yang kemahalan dari harga seharusnya.

[ Baca Juga : Kenali Saham Blue Chips, Second Liner, dan Saham Gorengan ]

5. Fokus pada jangka panjang.

Pasar saham sangat berisiko dalam jangka pendek karena fluktuatif. Namun investasi bisa aman dalam jangka panjang yaitu pada saham perusahaan yang berfundamental baik. Semakin lama investasi, semakin besar tingkat keuntungan. Berdasarkan sejarah pasar saham Indonesia, terbukti bahwa jika kita investasi berupa saham dalam jangka panjang, maka peluang meraih return sekitar 12% pertahun (angka ini didapat perkiraan kenaikan IHSG dalam jangka panjang).

6. Lakukan diversifikasi portofolio.

Don't put all your eggs in one basket. Belilah beberapa saham dengan sektor indutri yang berbeda untuk menekan risiko. Memiliki beberapa saham mebuat risiko kerugian lebih kecil dari pada membeli hanya satu jenis saham. Jika satu saham berkinerja turun, kemungkinan saham lain bisa naik. Namun perlu dipahami diversifikasi bukan sekedar asal memisahkan alokasi dana dengan membeli saham secara sembarangan. Investor tetap harus melakukan analisis pada setiap saham dengan proyeksi untuk mendapat keuntungan di masa depan.

[ Baca Juga : Apa yang Dimaksud Diversifikasi Portofolio? ]

7. Lakukan review portofolio dan analisis ulang secara berkala.

Review bisa setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau setahun sekali. Tujuannnya adalah jika ada saham yang salah pilih, tidak bagus kinerjanya, misalnya produknya gagal di pasaran, merugi, dan sebagainya, maka alikasi investasinya bisa dipindah dengan saham lain yang lebih baik.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kemungkinan Anda meraih keuntungan di pasar saham.

Share:

23 Kutipan Investasi Warren Buffett

23 Warren Buffett Quote on Investing

Warren Buffet adalah seorang investor terkenal Amerika Serikat. Kesuksesannya dalam investasi saham mengantarkan Buffett menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Banyak orang yang transpirasi olehnya dan ingin mengikuti jejak kesuksesannya.

Bagi anda yang ingin berinvestasi, khususnya investasi saham, berikut ini ada 23 kutipan investasi dari Warren Buffett yang semoga dapat memberikan pandangan untuk anda memperoleh keberhasilan investasi.

1. I made my first investment at age eleven. I was wasting my life up until then.
Aku melakukan investasi pertamaku di usia 11 tahun. Sebelumnya aku menyia nyiakan hidupku.

2. Rule No. 1 is never lose money. Rule No. 2 is never forget Rule No. 1.
Peraturan No. 1 jangan pernah kehilangan uang. Peraturan No. 2 jangan pernah melupakan Aturan No. 1.

3. Risk comes from not knowing what you're doing.
Risiko datang dari ketidaktahuan atas apa yang Anda kerjakan.

4. Price is what you pay. Value is what you get.
Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan.

5. It’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price.
Jauh lebih baik untuk membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar daripada perusahaan yang adil dengan harga yang luar biasa.

6. Buy into a company because you want to own it, not because you want the stock to go up.
Belilah perusahaan karena Anda ingin memilikinya, bukan karena Anda ingin sahamnya naik.

7. Opportunities come infrequently. When it rains gold, put out the bucket, not the thimble.
Peluang jarang terjadi. Saat hujan emas, keluarkan ember, bukan bidal (sarung jari yang biasanya terbuat dari logam).

8. ..., I like buying quality merchandise when it is marked down.
..., saya suka membeli barang-barang berkualitas ketika harganya turun.

9. We simply attempt to be fearful when others are greedy and to be greedy only when others are fearful.
Kita perlu takut ketika orang lain serakah dan menjadi serakah ketika orang lain takut.

10. Successful Investing takes time, discipline and patience. No matter how great the talent or effort, some things just take time: You can't produce a baby in one month by getting nine women pregnant.
Investasi yang berhasil membutuhkan waktu, disiplin, dan kesabaran. Tidak peduli betapa hebatnya bakat atau usaha, beberapa hal tetap membutuhkan waktu: Anda tidak dapat menghasilkan bayi dalam satu bulan dengan membuat sembilan wanita hamil.

11. The best thing that happens to us is when a great company gets into temporary trouble… We want to buy them when they’re on the operating table.
Hal terbaik yang terjadi pada kami adalah ketika perusahaan besar mengalami masalah sementara … Kami ingin membelinya ketika mereka ada di meja operasi.

12. The key to investing is not assessing how much an industry is going to affect society, or how much it will grow, but rather determining the competitive advantage of any given company and, above all, the durability of that advantage.
Kunci untuk berinvestasi bukanlah menilai seberapa besar suatu industri akan mempengaruhi masyarakat, atau seberapa banyak industri itu akan tumbuh, akan tetapi menentukan keunggulan kompetitif dari perusahaan mana pun dan, di atas segalanya, yaitu daya tahan keunggulan itu.

13. Someone’s sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago.
Seseorang duduk di tempat teduh hari ini karena seseorang menanam pohon sejak lama.

14. If you aren’t willing to own a stock for ten years, don’t even think about owning it for ten minutes.
Jika Anda tidak mau memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memiliki saham itu selama sepuluh menit.

15. When we own portions of outstanding businesses with outstanding managements, our favorite holding period is forever.
Ketika kami memiliki bagian dari bisnis yang luar biasa dengan manajemen yang luar biasa, periode holding favorit kami adalah selamanya.

16. Buy a stock the way you would buy a house. Understand and like it such that you’d be content to own it.
Beli saham layaknya Anda akan membeli rumah. Memahami dan menyukainya sehingga Anda akan puas memilikinya.

17. All there is to investing is picking good stocks at good times and staying with them as long as they remain good companies.
Berinvestasi adalah memilih saham yang bagus pada waktu yang baik dan tetap bersama mereka selama mereka tetap menjadi perusahaan yang baik.

18. Should you find yourself in a chronically leaking boat, energy devoted to changing vessels is likely to be a more productive than energy devoted to patching leaks.
Jika Anda menemukan diri Anda dalam perahu yang bocor secara kronis, energi yang dikhususkan untuk mengganti kapal cenderung lebih produktif daripada energi yang dikhususkan untuk menambal kebocoran.

19. It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.
Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya. Jika Anda memikirkan hal itu, Anda akan melakukan berbagai hal secara berbeda.

20. The most important quality for an investor is temperament, not intellect. You need a temperament that neither derives great pleasure from being with the crowd or against the crowd.
Kualitas yang paling penting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan. Anda membutuhkan temperamen yang tidak mendapatkan kesenangan besar karena bersama orang banyak atau melawan orang banyak.

21. The stock market is a no-called-strike game. You don’t have to swing at everything — you can wait for your pitch.
Pasar saham adalah permainan tanpa-pemogokan. Anda tidak perlu mengayunkan segalanya – Anda bisa menunggu nada Anda.

22. If past history was all that is needed to play the game of money, the richest people would be librarians.
Jika yang diperlukan dalam permainan ini hanyalah pemahaman tentang sejarah masa lalu, orang-orang yang paling kaya adalah para pustakawan.

23. A friend of mine spent twenty years looking for the perfect woman; unfortunately, when he found her, he discovered she was looking for the perfect man.
Kawan saya menghabiskan waktu dua puluh tahun untuk mencari wanita yang sempurna; sayangnya, ketika dia menemukannya, ternyata wanita itu mencari pria yang sempurna.


sumber gambar: wikipedia
Share:
Bitcoin Logo Bitcoin (BTC)
Sedang memuat...
Harga IDR Real-time via CoinGecko

Recent Posts

Popular Post

Support Us

Labels

Disclaimer #EdukasiBitcoin

Informasi yang disampaikan dalam blog ini bukan rekomendasi keuangan atau investasi. Kami sarankan kepada Anda untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seluruh transaksi pembayaran resmi di wilayah Indonesia wajib menggunakan mata uang Rupiah.