Sharing Informasi & Opini Tentang Bitcoin

Nabung Bitcoin Eps. 005 dan News Update Mei 2026

Di bulan Mei 2026 ini, kembali kami lanjutkan Nabung Bitcoin Episode 5. Saat ini harga Bitcoin berada dikisaran 1,35 miliar, terjadi pemulihan signifikan dengan kenaikan sekitar 12% sepanjang bulan April 2026. Kenaikan ini mengikuti trend bulan Maret 2026 yang sebelumnya naik tipis sekitar 2%.

Dengan kondisi ini, untuk pertama kalinya nilai tabungan Bitcoin kami tumbuh positif,  dari modal fiat yang telah dimasukan dalam tabungan terakhir senilai ~lima juta rupiah di awal bulan ke-5 menjadi ~lima juta tiga ratus ribuan dalam rupiah. Alhamdulillah!

Dan sebagaimana sudah mulai dari artikel Nabung Bitcoin Episode yang lalu, kedepannya setiap kali kami posting artikel Nabung Bitcoin kami akan sampaikan juga highlight peristiwa-peristiwa tentang Bitcoin, terutama berita terkait perkembangan adopsi di dunia dalam satu bulan terakhir.

Berikut ini beberapa highlight terkait Bitcoin yang terjadi di bulan April 2026:


1. Debut Sukses ETF Bitcoin Morgan Stanley

Pada tanggal 8 April 2026, Morgan Stanley resmi memperkenalkan produk Bitcoin Trust ETF ke pasar. Kehadiran produk baru ini disambut dengan sangat positif oleh pasar keuangan, di mana dana kelolaan awal berhasil mencatatkan inflow sebesar US$194 juta sepanjang bulan.

Produk ini mencatatkan tren positif tanpa ada satu hari pun penarikan (outflow) sejak awal perdagangannya. Hal ini menjadi indikator adopsi yang kuat dari nasabah institusi maupun ritel melalui jaringan Wall Street, serta memberikan keyakinan lebih besar akan integrasi Bitcoin ke dalam portofolio keuangan tradisional.


2. Akumulasi Masif MicroStrategy Melampaui Kepemilikan ETF BlackRock

Perusahaan MicroStrategy kembali menegaskan komitmennya terhadap Bitcoin dengan membeli kembali 3.273 BTC pada akhir April 2026 di kisaran harga US$77.906 per koin. Aksi ini menambah total kepemilikan mereka menjadi 818.334 BTC, dengan nilai perolehan mencapai sekitar US$61,8 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, kepemilikan Bitcoin MicroStrategy kini telah melampaui jumlah aset yang dipegang oleh ETF spot terbesar di dunia, yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock yang berada di angka 802.654 BTC. Perkembangan ini menggarisbawahi strategi korporat jangka panjang dalam mengadopsi dan menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan kas.


3. BTC Inc. Mengintegrasikan Lightning Network ke Seluruh Ekosistem Pembayaran

BTC Inc. perusahaan media dan teknologi yang berbasis di Nashville, Amerika Serikat, dengan misi utama mendorong adopsi Bitcoin secara global, bagian dari Nakamoto Inc., mengumumkan integrasi pembayaran Lightning Network ke dalam infrastruktur BTCPay Server pada tanggal 22 April 2026. Integrasi ini merupakan implementasi nyata dalam skala besar yang menggabungkan pembelian tiket, penjualan langsung di tempat acara (on-site point-of-sale), serta transaksi e-commerce ke dalam satu tumpukan teknologi pembayaran yang terpadu.

Langkah ini dilakukan menjelang konferensi Bitcoin 2026 di Las Vegas, untuk memfasilitasi peserta dan pengunjung dalam menggunakan Bitcoin secara instan dan dengan biaya yang sangat rendah. Ekspansi ini menunjukkan bahwa infrastruktur open-source sudah semakin matang dan mampu menangani berbagai model bisnis secara efisien tanpa harus menggunakan solusi pembayaran yang terpisah-pisah.


Share:

Tidak Pernah Terlambat Untuk Membeli Bitcoin

"Seandainya saya beli di tahun 2010," atau "Seandainya saya masuk saat harganya masih di bawah $10.000." Kalimat-kalimat ini sering muncul setiap kali Bitcoin (BTC) mencetak rekor harga tertinggi baru. Namun, benarkah pintu kesempatan sudah tertutup?

Membeli Bitcoin hari ini bukan berarti Anda tertinggal, melainkan Anda sedang berpartisipasi dalam evolusi sistem keuangan global.

Banyak orang terjebak pada angka harga per satu koin. Padahal, ada beberapa alasan fundamental mengapa Bitcoin masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar:

  • Adopsi Institusi Baru Dimulai: Dulu, Bitcoin hanya diminati oleh pegiat teknologi. Sekarang, raksasa keuangan seperti BlackRock dan Fidelity telah masuk melalui ETF Bitcoin Spot. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah diakui sebagai kelas aset yang sah secara hukum dan finansial.
  • Kelangkaan yang Mutlak: Berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak kapan saja, jumlah Bitcoin dibatasi secara matematis hanya 21 juta koin. Di dunia di mana inflasi terus menggerus nilai uang, aset yang langka akan selalu memiliki daya tarik.
  • Teknologi yang Terus Berkembang: Dengan adanya inovasi seperti Lightning Network, Bitcoin perlahan bertransformasi dari sekadar "Emas Digital" (penyimpan nilai) menjadi alat tukar yang lebih efisien.

Mengutip pepatah populer : "Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang." Jika Anda merasa harganya sudah terlalu mahal, jangan berkecil hati. Anda tidak perlu langsung membeli 1 BTC utuh. Bitcoin dapat dipecah hingga 8 desimal (disebut Satoshi). Berikut adalah tips bagi pemula:

  • Dollar Cost Averaging (DCA): Ini adalah teknik membeli dalam jumlah kecil secara rutin (misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali) tanpa memedulikan harga. Ini membantu meratakan harga beli Anda di tengah volatilitas pasar.
  • Gunakan Uang Dingin: Jangan pernah menggunakan uang untuk kebutuhan pokok atau dana darurat. Investasi kripto memiliki risiko tinggi, jadi pastikan Anda tidur nyenyak di malam hari.
  • Berorientasi Jangka Panjang: Bitcoin bukan skema cepat kaya. Sejarah menunjukkan bahwa mereka yang menyimpan Bitcoin (HODL) selama lebih dari 4 tahun secara historis selalu mendapatkan keuntungan.

Bitcoin saat ini bukan lagi sekadar eksperimen internet. Ia adalah bentuk baru dari properti digital. Selama sistem keuangan dunia masih mencari alternatif terhadap inflasi, Bitcoin akan tetap relevan. Jadi, apakah Anda terlambat? Selama dunia masih berputar dan internet masih menyala, jawabannya adalah tidak. Mulailah dari kecil, belajarlah terus, dan jadilah bagian dari masa depan ekonomi digital. 

Jangan lupa, pelajari dahulu dengan baik tentang Bitcoin sebelum mulai membelinya untuk investesi karena keuntungan maupun kerugian dalam berinvestasi adalah resiko dan tanggub jawab anda sendiri. Good luck!



Share:

Bitcoin Menjadi "Senjata" Baru di Selat Hormuz?

Minggu kedua April 2026 menjadi catatan sejarah baru. Di tengah ketegangan yang memuncak di Selat Hormuz, Bitcoin bukan sekadar bereaksi terhadap harga minyak, ia kini menjadi bagian dari sistem logistik energi global.

Kebijakan Iran yang mewajibkan "pembayaran tol minyak" dalam Bitcoin bukanlah keputusan impulsif. Ini adalah strategi cerdas untuk menghindari hambatan dalam sistem keuangan tradisional yang didominasi oleh mata uang fiat. Transaksi terjadi di jaringan blockchain yang tidak memiliki kantor pusat, tidak memiliki manajer, dan tidak mengenal batas wilayah. Dengan memanfaatkan blockchain, Iran mampu memastikan arus pendapatan tetap berjalan tanpa harus bergantung pada infrastruktur perbankan yang bisa diblokir oleh pihak lawan.

Selama ini, narasi Bitcoin sering terjebak dalam perdebatan harga. Namun, peristiwa di Selat Hormuz memaksa institusi global untuk melihat Bitcoin dari sisi fungsinya, mengonfirmasi tesis yang selama ini sering dibahas:

  • Aset Tanpa Izin (Permissionless): Bitcoin tidak meminta izin kepada siapa pun untuk mengirimkan nilai. Selama Anda memiliki kunci privat, Anda memiliki kendali penuh atas aset Anda.
  • Solusi di Tengah Krisis: Saat sistem keuangan tradisional macet karena isu geopolitik, Bitcoin tetap beroperasi 24/7. Inilah yang membuatnya disebut sebagai Hard Money di era modern.
  • Adopsi di Level Negara: Jika dulu Bitcoin hanya digunakan oleh individu, kini kita melihat penggunaannya merambah ke level perdagangan antar-negara (Nation-state level adoption). Ini meningkatkan nilai fundamental Bitcoin secara signifikan. 

Kejadian di Selat Hormuz hanyalah salah satu contoh. Dunia bergerak menuju paradigma baru bahwa kedaulatan finansial dipegang oleh pemilik aset, bukan oleh otoritas tunggal. Ini adalah bukti bahwa adopsi Bitcoin ini telah melewati fase "main-main". Kita sedang melihat transisi di mana Bitcoin mulai digunakan oleh negara-negara sebagai hedge terhadap ketidakpastian geopolitik.


Share:

Visa dan MasterCard yang Semakin Akrab dengan Bitcoin

Kita sedang menuju dunia di mana perbedaan antara "uang bank" dan "uang kripto" semakin tipis. Dua raksasa dunia perbankan Visa dan MasterCard menyadari satu hal: mereka tidak bisa mengalahkan teknologi blockchain, jadi mereka memilih untuk mengadopsinya sebagai infrastruktur masa depan.

Mungkin Anda bertanya-tanya "Bagaimana mungkin merchant yang hanya menerima Rupiah bisa menerima pembayaran dari wallet Bitcoin saya?" Jawabannya terletak pada lapisan teknologi yang bekerja di balik layar. Saat ini, terdapat tiga mekanisme utama yang digunakan:


1. Konversi Real-Time (Crypto-to-Fiat Bridge)

Ini adalah cara yang paling umum digunakan melalui kartu debit/kredit kripto (seperti kartu hasil kolaborasi dengan Coinbase, Crypto.com, atau BitPay). Bagaimana pembayaran ini terjadi?

Saat Anda menggesek kartu atau melakukan tap, sistem akan melakukan pengecekan saldo Bitcoin di dompet digital Anda. Lalu secara instan (dalam hitungan milidetik), mitra penyedia (seperti BitPay) akan menjual Bitcoin Anda di pasar sesuai harga detik itu dan mengubahnya menjadi mata uang fiat (IDR/USD). Kemudian uang fiat tersebut ditransfer kepada Merchant, sementara saldo Bitcoin Anda berkurang. Visa dan MasterCard di sini berperan sebagai "jalur tol" yang mengizinkan data transaksi ini lewat dengan aman.

2. Stablecoin sebagai "Rel" Settlement

Visa telah merevolusi cara mereka memindahkan uang antarbank dengan menggunakan Stablecoin (seperti USDC) sebagai "perantara". Bitcoin yang dikonversi ke USDC di jaringan blockchain (seperti Solana atau Ethereum), lalu dikirimkan ke bank tujuan melalui jaringan Visa. Ini memangkas waktu pengiriman uang yang dulunya berhari-hari menjadi hitungan menit.

3. Integrasi Dompet Digital & Program Kemitraan

Melalui MasterCard Crypto Partner Program yang diluncurkan pada 11 Maret 2026, MasterCard kini memungkinkan penyedia dompet kripto untuk terhubung langsung ke jaringan mereka tanpa perantara bank tradisional yang rumit.

Pengguna bisa mengatur "prioritas aset" di aplikasi mereka. Jika Anda memilih Bitcoin sebagai sumber dana utama, MasterCard akan mengelola otorisasi transaksi tersebut secara otomatis melalui jaringan Multi-Token Network milik mereka.


Dengan dukungan Visa dan MasterCard, ketiga jenis aset ini (Bitcoin, stablecoin & CBDC/fiat ) kini berada dalam satu ekosistem yang harmonis, memungkinkan Anda untuk menyimpan kekayaan dalam Bitcoin, namun tetap bisa membeli kopi di warung sebelah seinstan menggunakan uang tunai. Ini sinyal terkuat bahwa teknologi blockchain telah matang. Kita bergerak menuju era di mana Anda tidak perlu lagi memilih antara "tradisional" atau "kripto" keduanya akan berjalan beriringan.


Note: Kutipan Press Release Visa & MasterCard

Cuy Sheffield (Head of Crypto, Visa) – September 2023:

"Dengan memanfaatkan stablecoin seperti USDC dan jaringan blockchain global seperti Solana dan Ethereum, kami membantu meningkatkan kecepatan penyelesaian transaksi lintas batas... Visa berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi mata uang digital."Press Release: Visa Expands Stablecoin Settlement Capabilities (5 September 2023).

Pengumuman Resmi MasterCard – Maret 2026:

"Aset digital sedang memasuki fase baru. Program Mitra Kripto MasterCard mencerminkan keyakinan inti kami bahwa fase pembayaran on-chain berikutnya akan dibangun melalui kolaborasi... menggabungkan kecepatan aset digital dengan jalur kartu yang sudah mapan."Press Release: Mastercard Crypto Partner Program Launch (11 Maret 2026).

Share:

Nabung Bitcoin Eps. 004 dan Highligt Bitcoin Bulan Maret 2026

Di awal bulan April 2026 ini kami lanjutkan nabung Bitcoin Episode 4. Kondisi harga bitcoin saat ini masih dikisaran 1,1 - 1,2 miliar. Nilai tabungan Bitcoin saya pun masih turun alias rugi jika diukur dengan rupiah. Di bulan keempat ini dari modal yang telah dimasukan terakhir senilai ~empat juta rupiah nilai menjadi menjadi ~tiga juta enam ratus ribuan dalam rupiah.

Pada kesempatan ini juga kami sampaikan highlight terkait Bitcoin yang terjadi satu bulan terakhir sebagai berikut:


1. Penutupan Bulanan Bositif, Setelah Mengalami Tren Negatif Lima Bulan

Setelah mengalami tekanan jual sejak akhir tahun 2025, Bitcoin akhirnya mencatatkan penutupan bulanan yang positif pada Maret 2026. Meskipun kenaikannya relatif tipis, yaitu sekitar 1,8% hingga 2%, pencapaian ini dianggap sebagai sinyal penting bagi perubahan struktur pasar (market structure).

Selama bulan tersebut, harga bergerak sangat volatil dengan titik tertinggi sempat menyentuh kisaran $76.000 di pertengahan bulan sebelum akhirnya terkoreksi kembali dan menetap di area $67.000 - $69.000 menjelang penutupan bulan. Para analis melihat ini sebagai fase konsolidasi yang sehat setelah periode "rapor merah" di awal kuartal pertama.


2. Klarifikasi Regulasi SEC: Bitcoin sebagai Komoditas

SEC (OJK-nya Amerika) pada 17 Maret 2026 mengeluarkan interpretasi resmi yang memberikan kejelasan hukum lebih lanjut bagi industri kripto. Dalam pengumuman tersebut, Bitcoin (bersama dengan Ether dan beberapa aset lainnya) secara tegas dikategorikan sebagai komoditas digital, bukan sekuritas.

Langkah mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menghantui investor institusi di Amerika Serikat. Dengan adanya garis tegas antara yurisdiksi SEC dan CFTC, hambatan adopsi massal dan pengembangan produk investasi berbasis Bitcoin menjadi berkurang.


3. Strategi Akumulasi Agresif Michael Saylor

Di tengah fluktuasi pasar, MicroStrategy yang dipimpin oleh Michael Saylor terus melanjutkan aksi beli besarnya. Pada pertengahan Maret, perusahaan ini kembali memborong sekitar 22.337 BTC senilai kurang lebih US$1,57 miliar (setara Rp24,5 triliun).

Aksi ini menandai pembelian mingguan ke-12 berturut-turut oleh MicroStrategy di tahun 2026, mempertegas komitmen mereka untuk mencapai target kepemilikan 1 juta BTC pada akhir tahun. Langkah institusional ini memberikan sentimen positif dan menjadi "bantalan" harga ketika terjadi aksi jual oleh para investor besar (whales) lainnya akibat sentimen makro.


4. Ketahanan Bitcoin Terhadap Ketegangan Geopolitik

Pasar kripto di bulan Maret sangat dipengaruhi oleh berita perang dan ketegangan di Timur Tengah (AS-Iran) yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Meskipun aset berisiko umumnya melemah, Bitcoin menunjukkan karakteristik sebagai safe-haven digital dengan tidak anjlok sedalam pasar saham global (S&P 500). Meskipun sempat terjadi likuidasi besar-besaran senilai ratusan juta dolar akibat kepanikan pasar, Bitcoin berhasil pulih dengan cepat.


5. 95% Suplai Bitcoin Telah Berhasil Ditambang

Tepat pada tanggal 9 Maret 2026, jaringan Bitcoin berhasil menambang koin ke-20 juta. Dengan pencapaian ini, sekitar 95,2% dari total pasokan maksimum Bitcoin kini telah beredar. Peristiwa ini terjadi sekitar 17 tahun sejak blok pertama (Genesis Block) ditambang oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.

Meskipun butuh 17 tahun untuk menambang 20 juta koin, sistem halving yang tertanam dalam kode Bitcoin memastikan bahwa sisa 1 juta koin terakhir akan selesai ditambang dalam waktu yang lama, yaitu sekitar 114 tahun ke depan (diperkirakan tuntas pada tahun 2140). Hal ini menjadi pengingat mengenai kelangkaan Bitcoin  di tengah sistem ekonomi global saat ini.

Share:
Bitcoin Logo Bitcoin (BTC)
Sedang memuat...
Harga IDR Real-time via CoinGecko

Recent Posts

Popular Post

Support Us

Support Us
Donate Sats or BTC through Lightning

Disclaimer

Informasi yang disampaikan dalam blog ini bukan rekomendasi keuangan atau investasi. Kami sarankan kepada Anda untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.