Belajar, Sharing Informasi & Opini Tentang Bitcoin
Don't Trust, Verify #Disclaimer is always ON
Bukan Rekomendasi Investasi/Keuangan #DYOR

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Nabung Bitcoin Eps. 007 dan News Update Juli 2026

Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di atas $126.200 (~ 2,07 miliar rupiah) pada akhir Oktober 2025, Bitcoin membuka paruh kedua tahun 2026 di kisaran $58.494. Penurunan kumulatif lebih dari 53% dari puncak tertingginya. Dengan harga Bitcoin turun hingga 1,2 miliar, tabungan Bitcoin saya pun lanjut mengalami floating loss yang lebih banyak lagi. Secara perhitungan fiat kerugian saya sudah mencapai lebih dari 700 ribu rupiah (lebih dari 10%) dari total tabungan ~ 7 juta rupiah. 

Karena saya sudah komitent untuk terus nabung Bitcoin 1 juta setiap bulan, ya sudah diterima saja kondisi tersebut. Selanjutnya berikut ini disampaikan highlight peristiwa-peristiwa terkait Bitcoin, yang terjadi di bulan Juni 2026:

1. Coinbase Mengungkap Komitmen Lebih dari 40 Negara untuk Mengakuisisi Bitcoin ke Neraca Negara

Kepala Strategi Institusional Coinbase, John D’Agostino dalam wawancaranya dengan CNBC, membuat kejutan besar pada akhir Juni 2026 dengan mengungkapkan bahwa lebih dari 40 negara telah menyatakan komitmen atau ketertarikan kuat untuk membeli Bitcoin sebagai aset cadangan negara. Tren ini merupakan kelanjutan dari efek domino pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis oleh AS pada tahun 2025. Kendati demikian, baru 13 pemerintahan yang kepemilikannya terverifikasi secara publik dengan total nilai mencapai $37,9 miliar.

2. Perubahan Haluan MSTR: Program Monetisasi (penjualan) BTC $1,25 Miliar

Langkah ini mengejutkan dan mematahkan narasi ikonik "Never Sell" (Tidak Akan Pernah Menjual) yang selama ini digaungkan oleh Executive Chairman Microstategy, Michael Saylor.

Bukan sekadar penjualan sekali saja, pada 29 Juni 2026, Strategy Inc. secara resmi mengumumkan peta jalan keuangan baru yang disebut Digital Credit Capital Framework. Di bawah kebijakan baru ini, MSTR menyetujui program Monetisasi Bitcoin senilai hingga $1,25 miliar. Artinya, perusahaan secara resmi beralih dari strategi pure buy-and-hold (hanya membeli dan menyimpan) menjadi strategi dinamis yang mengizinkan penjualan Bitcoin secara berkala.


Share:

Nabung Bitcoin Eps. 006 dan News Update Juni 2026

Di awal bulan Juni 2026 ini harga Bitcoin kembali crash ke level 1,2 miliaran per Bitcoinnya. Dampaknya, saldo di Nabung Bitcoin Episode 6 ini kembali drop sehingga secara nilai rupiah mengalami kerugian sekitar tiga ratus ribuan dari modal enam juta menjadi lima juta enam ratus ribuan. Namun demikian saya sampaikan bahwa meskipun sudah sempat naik atau untung di minggu lalu dan turun lagi atau rugi di minggu ini, saya akan tetap lanjutkan terus agenda Nabung Bitcoin ini setiap bulan kedepannya.

Selanjutnya berikut ini sampaikan highlight peristiwa-peristiwa tentang Bitcoin, terutama berita terkait perkembangan adopsi di dunia dalam satu bulan terakhir yang terjadi di bulan Mei 2026:

1. Strategy (MSTR) Menjual Bitcoin untuk pertama kalinya Saat Harga Bitcoin Anjlok.

Perusahaan analitik perangkat lunak yang dikenal sebagai pemegang institusional terbesar, MicroStrategy (MSTR), mengejutkan pasar dengan menjual sebagian aset Bitcoin miliknya untuk pertama kalinya. Langkah tidak biasa ini terjadi di tengah koreksi tajam harga Bitcoin yang membuat pasar kripto mengalami tekanan hebat. Penjualan ini menarik perhatian besar dari para pelaku pasar karena MicroStrategy selama ini dikenal memiliki strategi investasi jangka panjang yang sangat agresif dan berkomitmen untuk terus mengakumulasi Bitcoin tanpa berniat menjualnya.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa keputusan penjualan ini murni diambil demi efisiensi strategi perpajakan perusahaan (tax-loss harvesting), di mana kerugian dari penjualan aset dapat digunakan untuk mengurangi beban pajak keuntungan modal di masa mendatang. Meskipun melakukan penjualan perdana ini, MicroStrategy menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap standar standar Bitcoin tidak berubah. Tidak lama setelah aksi jual tersebut, perusahaan justru langsung membeli kembali Bitcoin dalam jumlah yang lebih besar, menegaskan bahwa mereka tetap optimis terhadap prospek jangka panjang aset kripto utama ini. (Bitcoin Magazine)


2. Putusan Pengadilan Tinggi Afrika Selatan Mengakui Bitcoin sebagai Alat Tukar Resmi untuk Transaksi Modal

Pada akhir Mei 2026, Pengadilan Tinggi Afrika Selatan mengeluarkan putusan hukum negara (Landmark Ruling) yang menegaskan bahwa Bitcoin secara fungsional memenuhi syarat sebagai aset finansial yang mampu menyimpan nilai sekaligus digunakan sebagai alat tukar (medium of exchange). Konsekuensinya, transfer Bitcoin ke luar negeri kini resmi dikategorikan sebagai perpindahan kapital yang tunduk pada aturan kontrol devisa negara.

Langkah yudisial ini memberikan dualisme dampak yang menarik. Di satu sisi, komunitas crypto setempat merasa ruang gerak mereka diperketat oleh aturan devisa; namun di sisi lain, ini adalah pengakuan hukum tertinggi bahwa negara kini memandang kode digital Bitcoin setara dengan fungsi uang riil dalam sistem makroekonomi mereka.


Share:

Bitcoin Pizza Day: Sejarah, Fakta, dan Maknanya

sumber: binance.com
Setiap tanggal 22 Mei, komunitas kripto di seluruh dunia merayakan sebuah momen ikonik yang dikenal sebagai Bitcoin Pizza Day. Meskipun terdengar santai dan unik, hari tersebut memiliki makna historis yang sangat besar dalam evolusi mata uang digital. Apa sebenarnya yang terjadi di balik hari bersejarah ini?

Semuanya berawal pada 22 Mei 2010 di forum Bitcointalk. Seorang pemrogram (programmer) bernama Laszlo Hanyecz menulis sebuah penawaran yang terkesan sederhana namun mengubah sejarah: ia ingin membeli pizza menggunakan Bitcoin. (Forum tersebut pada saat artikel ini dibuat masih bisa diakses pada thread dengan topik : Pizza for bitcoins?)

Hanyecz menawarkan 10.000 BTC kepada siapa saja yang bersedia memesan, mengantarkan, dan memberikannya dua loyang pizza ukuran besar. Pada saat itu, 10.000 Bitcoin hanya bernilai sekitar $41 USD (sekitar Rp600 ribuan pada waktu itu).

Seorang pengguna forum lain bernama Jeremy Sturdivant berdomisili di California, Amerika Serikat, ia dikenal dengan nama pengguna jercos menerima tawarannya, memesankan dua loyang pizza dari Papa John’s, dan mengirimkannya ke rumah Hanyecz di Florida, Amerika Serikat. Transaksi ini menjadi catatan pertama Bitcoin digunakan untuk membeli barang fisik di dunia nyata.

Ketika peristiwa itu terjadi, tidak ada yang menyangka seberapa jauh nilai Bitcoin akan melambung. Dengan nilai Bitcoin saat ini, dua loyang pizza tersebut menjadi makanan termahal yang pernah dibeli sepanjang sejarah manusia.

Banyak orang mengira Laszlo Hanyecz menyesali transaksinya. Namun, dalam berbagai wawancara, ia mengaku tidak menyesal sama sekali. Beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari peristiwa ini:

  • Membuktikan Kegunaan di Dunia Nyata: Transaksi tersebut membuktikan bahwa Bitcoin dapat digunakan sebagai alat tukar, bukan sekadar kode atau angka digital di layar komputer.

  • Perspektif Jangka Panjang: Peristiwa ini mengajarkan kita tentang bagaimana nilai aset digital dapat tumbuh secara eksponensial seiring dengan meluasnya adopsi teknologi.

  • Peran Komunitas: Komunitas yang solid dan berani bereksperimen adalah salah satu pendorong utama di balik keberhasilan dan evolusi ekosistem kripto seperti yang kita kenal sekarang.

Saat ini, Bitcoin Pizza Day diperingati oleh Bitcoiners di seluruh dunia setiap tahunnya. Berbagai kegiatan diselenggarakan, mulai dari pertemuan komunitas, diskusi edukasi mengenai Bitcoin, hingga pesta makan pizza bersama. Momen ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Bitcoin dan inovasi yang terus berkembang hingga hari ini.
Share:

Bitcoin Menjadi "Senjata" Baru di Selat Hormuz?

Minggu kedua April 2026 menjadi catatan sejarah baru. Di tengah ketegangan yang memuncak di Selat Hormuz, Bitcoin bukan sekadar bereaksi terhadap harga minyak, ia kini menjadi bagian dari sistem logistik energi global.

Kebijakan Iran yang mewajibkan "pembayaran tol minyak" dalam Bitcoin bukanlah keputusan impulsif. Ini adalah strategi cerdas untuk menghindari hambatan dalam sistem keuangan tradisional yang didominasi oleh mata uang fiat. Transaksi terjadi di jaringan blockchain yang tidak memiliki kantor pusat, tidak memiliki manajer, dan tidak mengenal batas wilayah. Dengan memanfaatkan blockchain, Iran mampu memastikan arus pendapatan tetap berjalan tanpa harus bergantung pada infrastruktur perbankan yang bisa diblokir oleh pihak lawan.

Selama ini, narasi Bitcoin sering terjebak dalam perdebatan harga. Namun, peristiwa di Selat Hormuz memaksa institusi global untuk melihat Bitcoin dari sisi fungsinya, mengonfirmasi tesis yang selama ini sering dibahas:

  • Aset Tanpa Izin (Permissionless): Bitcoin tidak meminta izin kepada siapa pun untuk mengirimkan nilai. Selama Anda memiliki kunci privat, Anda memiliki kendali penuh atas aset Anda.
  • Solusi di Tengah Krisis: Saat sistem keuangan tradisional macet karena isu geopolitik, Bitcoin tetap beroperasi 24/7. Inilah yang membuatnya disebut sebagai Hard Money di era modern.
  • Adopsi di Level Negara: Jika dulu Bitcoin hanya digunakan oleh individu, kini kita melihat penggunaannya merambah ke level perdagangan antar-negara (Nation-state level adoption). Ini meningkatkan nilai fundamental Bitcoin secara signifikan. 

Kejadian di Selat Hormuz hanyalah salah satu contoh. Dunia bergerak menuju paradigma baru bahwa kedaulatan finansial dipegang oleh pemilik aset, bukan oleh otoritas tunggal. Ini adalah bukti bahwa adopsi Bitcoin ini telah melewati fase "main-main". Kita sedang melihat transisi di mana Bitcoin mulai digunakan oleh negara-negara sebagai hedge terhadap ketidakpastian geopolitik.


Share:
Bitcoin Logo Bitcoin (BTC)
Sedang memuat...
Harga IDR Real-time via CoinGecko

Recent Posts

Popular Post

Support Us

Support Us
Donate Sats or BTC through LN disclaimer@walletofsatoshi.com

Labels

Disclaimer #EdukasiBitcoin

Informasi yang disampaikan dalam blog ini bukan rekomendasi keuangan atau investasi. Kami sarankan kepada Anda untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seluruh transaksi pembayaran resmi di wilayah Indonesia wajib menggunakan mata uang Rupiah.