Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan dan menegaskan pendapat saya bahwa Bitcoin bukan investasi! Ya! Bitcoin bukan investasi!
Investasi biasanya mengacu pada modal produktif. Saat Anda membeli saham, Anda bertaruh pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Bitcoin tidak memiliki "nilai intrinsik" dalam bentuk arus kas.
Bitcoin bukan investasi, karena tidak ada output produktif sehingga tidak menghasilkan pendapatan, laba, ataupun dividen seperti layaknya perusahaan.
Sebagaimana konsep dalam White Paper "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System", Bitcoin memang tidak diciptakan sebagai instrumen investasi, melainkan sebagai format baru dari uang dalam bentuk digital/elektronik. Maka jika Anda mencari aset yang memberikan hasil produk fisik atau bunga, Bitcoin tidak akan memberikan itu. Namun, mengukur Bitcoin produktivitas itu meluputkan tujuan fungsi utamanya sebagai uang.
Bitcoin dirancang untuk menjalankan fungsi uang, namun dalam format digital yang lebih sempurna.
- Kelangkaan yang terprogram: Berbeda dengan mata uang fiat (Rupiah, Dollar) yang bisa dicetak tanpa batas, jumlah Bitcoin dibatasi secara matematis hanya 21 juta unit.
- Tanpa risiko Pihak Ketiga: Tidak seperti saham yang bergantung pada manajemen perusahaan, Bitcoin berjalan dalam protokol terbuka (open source) yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.
- Dapat dipindahkan dengan mudah: Memindahkan emas senilai 1 miliar rupiah secara fisik sangat sulit. Memindahkan Bitcoin senilai jumlah yang sama hanya memerlukan koneksi internet.
Meskipun demikian, setidaknya untuk saat ini Bitcoin belum diaplikasi menjadi "uang" di tengah masyarakat, dan apakah nanti akan diperlakukan sebagai uang, hanya waktu yang akan menjawabnya. Akan tetapi bagi sebagian Orang yang telah mempelajari dan memahami Bitcoin (Bitcoiners), mereka percaya bahwa Bitcoin memiliki karakteristik untuk dijadikan uang, sehingga memiliki turunan dari fungsi uang antara lain sebagai penyimpan nilai (store of value), sehingga mereka percaya bahwa Bitcoin mempunyai nilai.
Kondisi tersebut membuat Bitcoin menjadi "barang" yang mulai dicari, dan dalam kesempatan itu ada sebagian orang memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari pembentukan harga Bitcoin yang terjadi. Yaitu dari harganya berubah seiring dengan dinamika permintaan dan penawaran yang terjadi terhadap Bitcoin.
Jadi sekali lagi dijelaskan bahwa yang dimaksud Bitcoin bukan investasi dalam hal ini adalah karena ia hanya akan menjadi penyimpan nilai dan tidak menghasilkan apapun secara produktif. Bitcoiners menyimpan Bitcoin bukan karena mengharapkan Bitcoin "bekerja" untuk mereka, melainkan untuk melindungi daya beli mereka dari inflasi. Di dunia di mana suplai uang terus bertambah, aset yang suplainya tetap (seperti Bitcoin) secara alami akan meningkat nilainya terhadap mata uang tersebut. Membeli Bitcoin bukan untuk mendapatkan dividen, tetapi sebagai penyimpan nilai (Store of Value) agar nilai jerih payahnya hari ini tidak tergerus oleh kebijakan moneter di masa depan.




