Saat ini kita memasuki bulan Ramadham 1447 Hijriah. Ada yang menjadi perhatian pada saat menjelang Ramadhan kali ini, produsen syrup Marjan yang rutin menghadirkan iklan barunya setiap Ramadhan memunculkan simbol Bitcoin dalam iklan terbarunya.
Iklan ini dianggap berani karena mengangkat tema kripto secara eksplisit dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dengan menampilkan Bitcoin sebagai aset yang "dimakan" oleh Sang Kuni (tikus rakus), Marjan secara tidak langsung mengakui bahwa Bitcoin bukan lagi sekadar mainan anak IT, melainkan aset yang bernilai di mata masyarakat luas.
Namun menampilkan Bitcoin sebagai sesuatu yang dimakan tikus rakus, masih terbawa stigma bahwa kripto identik dengan aktivitas kejahatan atau kriminal. Padahal, Bitcoin itu sendiri sebenarnya adalah hanya instrumen untuk menyimpan nilai.
Bitcoin bisa digunakan oleh siapa saja, ditangan orang baik ia bisa dimanfaat untuk kebaikan, sebaliknya ditangan kriminal juga bisa disalahgunakan untuk kejahatan.
Terlepas dari itu semua kemunculan Bitcoin dalam iklan Marjan bisa dikatakan sebagai bentuk "validasi" bahwa Bitcoin itu berharga, dan kemunculan semakin dikenal secara mainstram di masyarakat.




